Tips Sederhana Memblokir Situs Porno dan Berbahaya

Internet kian hari makin berbahaya untuk kita. Bukan hanya anak-anak dan keluarga kita saja yang terancam, tetapi juga komputer bahkan pekerjaan kita. Pernah mungkin kita dengar, ada orang yang diberhentikan dari pekerjaannya atau mengalamai tuntutan hukum karena menyimpan materi pornografi anak, unduhan gambar-gambar vulgar, video-video mesum dan cerita-cerita erotis yang mudah ditemukan di internet.

Sebuah website bisa dikategorikan berbahaya jika mengandung materi-materi seperti berikut:

  • Pornografi
    Baik dalam bentuk audio, video, teks, gambar, atau dokumen lainnya.
  • Terorisme
    Menyediakan materi dan pelatihan terorisme
  • Virus dan Malware
    Ada website-website tertentu yang ketika anda mengaksesnya, akan mencoba kerentanan web browser anda dan mengunduh software atau virus berbahaya ke komputer anda.
  • Phissing
    Website “palsu” yang memiliki tampilan mirip seolah-olah situs aslinya (misalnya facebook) dan meminta anda memasukkan informasi-informasi penting seperti password, nomor kartu kredit atau informasi credential lainnya.
  • Scam
    Situs yang isinya berupa penipuan dengan menjual produk atau jasa tertentu yang jauh melampaui apa yang dijanjikan
  • Gambling
    Situs yang menyelenggarakan perjudian atau togel

Bagaimanakah kita melindungi diri kita dan keluarga?

Dimulai dari gaya hidup kita dan keluarga. Bentengi diri dengan prinsip moral yang jelas. Bekali juga keluarga dengan pengetahuan yang jelas mengenai topik-topik berbahaya tersebut, tidak hanya sampai mengenali larangannya saja, tetapi juga mengetahui bentuk dan bahayanya, karena kejahatan, bisa saja terselubung dalam wujud yang samar-samar.

Pendampingan anak oleh orang tua juga dibutuhkan, anak tetaplah anak, sekalipun telah mencapai usia dewasa menurut hukum. Karena kedewasaan seseorang tidak selalu bertambah dengan meningkatnya usia. Pendampingan juga bisa menumbuhkan rasa kepercayaan dan pengertian diantara anak dan orang tua dengan mau berdiskusi mengenai hal-hal yang selama ini dianggap tabu.

Bagaimana membentengi diri secara teknis?

Meskipun kedengarannya rumit, sebenarnya teknik yang akan saya paparkan dibawah  ini adalah teknik yang sederhana. Anda pasti bisa melakukannya sendiri dan sepertinya bisa juga diterapkan lintas sistem operasi.

1. Menggunakan DNS aman dan terpercaya

Dengan menggunakan DNS aman dan terpercaya seperti DNS Nawala atau OpenDNS, semua koneksi kita akan difilter oleh DNS server. DNS ini dimaintain secara berkala untuk memblokir akses ke website-website yang berbahaya.

IP DNS Nawala adalah 180.131.144.144 dan 180.131.145.145
IP OpenDNS adalah 208.67.222.222 dan 208.67.220.220

Cara penggunaanya di Windows (saya mencontohkan di WIndows XP) adalah dengan membuka Network Connection > Klik Kanan lalu pilih Properties pada koneksi dialup atau LAN atau Wifi anda. Setelah itu klik di bagian TCP/IP dan properties sekali lagi.
Pada jendela yang terbuka, masukkan IP DNS di atas pada kolom DNS seperti pada gambar ini.

Untuk Linux (saya mencontohkan di Ubuntu), caranya mirip. Klik kiri pada ikon koneksi, pilih Edit Connection. Pilih koneksi yang akan digunakan, misalnya jaringan LAN (wired) lalu Edit.
Dibagian IPv4, rubah modus pencarian IP ke manual atau DNS only dan masukkan IP DNS ke kolom yang sesuai.

Meskipun metode ini cukup ampuh namun kelemahannya adalah kecepatan update DNS dan pertumbuhan domain baru setiap harinya tidak sebanding. Setiap hari ada puluhan website berbahaya dibuat dan tenaga manusia untuk melakukan filtering amatlah terbatas. Itupun kalau si manusia mengetahui website berbahaya itu eksis 🙁

2. Mengedit File Hosts

Cara berikut ini dapat menutupi kelemahan cara pertama diatas, mengapa? Karena kitalah yang melakukan editing dan memasukkan website yang kita temukan lolos dari filtering diatas ke dalam pemblokiran.

Yang kita lakukan adalah dengan mengedit file hosts. File ini pasti ada di sistem operasi manapun, hanya letaknya saja yang berbeda.

Di Windows, letak file ini agak tersembunyi, misalnya di Windows XP file ini bersembunyi di C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts
Di Linux letaknya lebih simpel, di /etc/hosts

Isinya mirip, format penulisannya juga mirip. Yang perlu anda lakukan adalah menambahkan baris baru untuk filtering. Seperti ini:

#Domain Berbahaya
127.0.0.1  www.playboy.com
127.0.0.1  free.sex.com

Penjelasannya, IP 127.0.0.1 adalah server yang akan dituju oleh browser ketika kita mengakses www.playboy.com, 127.0.0.1 adalah IP komputer kita sendiri. Hasilnya seperti gambar di bawah ini, yang saya gunakan untuk memblokir iklan-iklan mengganggu di indowebster 😉

Untuk informasi lebih lanjut disertai daftar beberapa website tambahan yang ingin kita blokir bisa menuju situs WinHelp2002.

3. Software Parenting Control

Software parenting control juga bisa digunakan. Teknisnya bisa mirip seperti kedua cara diatas tetapi dengan menambahkan pemblokiran dengan formulanya sendiri, seperti pemblokiran kata kunci, pemblokiran IP, pemblokiran DNS, pemblokiran file tertentu dan sebagainya.

Beberapa software yang bisa anda coba bisa dicari di google, beberapa diantaranya dicantumkan di dalam daftar yang dibuat oleh wikipedia pada tautan berikut http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_content-control_software.

Nah demikian tips singkat dari saya. Bagaimanapun, peran serta orang tua dalam melindungi keluarga tidak bisa digantikan dengan metode-metode lainnya. Jadi, luangkan waktu anda untuk keluarga dan akhirnya, selamat ber-internet dengan sehat dan aman.

Leave a Reply