Sasak! Puasa Tengari

Kavlinglah kuburanmu
dan hiasilah bak mausoleum
Didalamnya jasad ayah ibu
dan jasad kakek nenekmu
telah menjadi debu
tapi kau menyiramnya
dengan wewangian
karena suarga itu
pun sudah kau kavling juga

Lihatlah jamaahmu
bergembira seperti di kebun binatang
yang ramai dengan suara
mengembek dan mengaum
Tidak perlu membaca
tidak perlu berkhidmat
gundullah kepala
siramkan air berbunga
dari ceret tembaga
kau sudah berlimu agama

Ibu-Ibu berebut takjilan** di masjid
dan mushalla
Jaburan diabaikan
karena kurang pahala
Sujudlah seribu kali
sediakan wadah
untuk semua
fadilah
pahala
atas semua doa

Keikhlasan menguap sia sia
pahala ditimbang
tanpa massa
dosa nestapa
bertimbun didalam asa
kau kira
kaulah yang kuasa
ambil dosa
atau pahala
padahal korupsi setambang
sedekah serantang

Sekarang engkau sibuk
membuat panitia
membungkus hadiah
menyiapkan sedekah
dan timbunan makanan
untuk sebulan
kau kumpulkan dari semua pasar
dan handai taulan

Kau akan siam (puasa, red)
saat kau lelap dalam gemericik
melodi perutmu
dan terbangun dalam mabuk
kekenyangan
kurma
gula-gula
gule-gule
panggangan
ikan
domba
sapi
semua terbunuh
untuk puasamu
ditengari itu

Aku berniat puasa
agar aku lapar
dan dahaga
aku adalah ahli surga
yang ikut merasa
derita saudara
yang susah
yang sedih
yang lapar
yang pengangguran
yang tersingkir
yang dipenggal kepalanya
yang dibuang ke laut
yang diperkosa
yang disetrika
yang yatim
yang dihinakan
yang diculik

Untuk semua aku puasa
aku ikut merasa
aku hanya ingin pahala.

NB.
Tengari – tengah hari, siang bolong
Takjilan –  makanan untuk buka puasa
Jaburan – makanan untuk jamaah yang mengaji sampai waktu sahur

Leave a Reply