Menginstal dan Mengaktifkan WordPress Multi Site

Sejak versi 3.0 WordPress membuat perubahan besar-besaran. Hal yang membuat saya terkejut adalah tidak ada lagi WordPress MU yang sebelumnya merupakan proyek tersendiri.

Saat saya mencoba mendownload WPMU terbaru, ternyata saya diarahkan untuk mendownload versi “reguler”, yang biasa kita gunakan untuk menginstall WordPress single.

Ternyata, setelah googling, ada caranya untuk mengaktifkan fitur multi situs (WPMS) ini. Caranya agak “ribet” karena harus dilakukan separo manual.

Langkah pertama adalah menginstall WordPress seperti biasanya (tanpa pilihan multi site).
Sebagai catatan, saya menginstall wordpress ini di http://localhost/wp (saya menggunakan local virtualhost) dan direktorinya ada di /home/amrinz/Website/berugak.com

Langkah kedua adalah mengaktifkan Network (sebutan lain untuk Multi Site) dengan mengedit file wp-config.php (akan anda temukan di /home/amrinz/Website/berugak.com/wp-config.php) dan menambahkan baris:

define('WP_ALLOW_MULTISITE', true);

Tambahkan baris ini sebelum tulisan /* That’s all, stop editing! Happy blogging. */

Langkah ketiga adalah mengakses menu Tools > Network di dashboard anda. Di sana ada beberapa instruksi untuk instalasi selanjutnya. Yang paling penting adalah, apakah nantinya anda ingin membuat blog baru dalam sub-domain seperti http://amrinz.wordpress.com (web hosting anda harus mendukung wildcard domain) ataukah dalam direktori seperti http://localhost/wp/linux.

Langkah keempat adalah membuat direktori blogs.dir di dalam folder wp-content instalasi wordpress anda. Saya membuatnya di /home/amrinz/Website/berugak.com/wp-content/blogs.dir

Langkah kelima adalah menambahkan baris-baris dibawah ini ke file wp-config.php, ingat! sebelum tulisan /* That’s all, stop editing! Happy blogging. */

define( 'MULTISITE', true );
define( 'SUBDOMAIN_INSTALL', false );
$base = '/';
define( 'DOMAIN_CURRENT_SITE', 'berugak.com' );
define( 'PATH_CURRENT_SITE', '/' );
define( 'SITE_ID_CURRENT_SITE', 1 );
define( 'BLOG_ID_CURRENT_SITE', 1 );

Dengan catatan, milik anda PASTI berbeda dengan saya. Karena perbedaan lokasi dan konfigurasi instalasinya.

Langkah kelima adalah membuat file .htaccess yang baru (jika belum ada). Jika sudah ada, backup yang lama, dan paste kode berikut ini (yang mungkin berbeda dengan milik anda):

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index.php$ - [L]

# uploaded files
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?files/(.+) wp-includes/ms-files.php?file=$2 [L]

# add a trailing slash to /wp-admin
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?wp-admin$ $1wp-admin/ [R=301,L]

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -f [OR]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -d
RewriteRule ^ - [L]
RewriteRule  ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?(wp-(content|admin|includes).*) $2 [L]
RewriteRule  ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?(.*.php)$ $2 [L]
RewriteRule . index.php [L]

Jika anda sudah melakukan langkah-langkah di atas, silahkan akses halaman login anda kembali. Kalau saya akan mengakses http://localhost/wp/wp-login.php.

Saat anda masuk ke dashboard anda akan menjumpai menu baru dengan nama SuperAdmin, ta da ……. wordpress anda sudah menjadi WPMS!

Leave a Reply