Kurang Tidur Ternyata Menyebabkan Kegemukan

NEW YORK – Kurang tidur membuat semakin lambatnya metabolisme, yang menyebabkan tubuh menggunakan semakin sedikit energi, demikian menurut sebuah penelitian terbaru di Eropa.

Hasil yang dilaporkan di American Journal of Clinical Nutrition, menambah bukti bahwa kurang tidur dapat menyebabkan naiknya berat badan, tidak hanya makin menambah rasa lapar namun juga memperlambat proses pembakaran kalori. Demikian seperti yang dikutip dari Reuters, Senin (16/5/2011).

“Studi tersebut juga menyatakan bahwa dengan tidur banyak mungkin akan mencegah bertambahnya berat badan,” ujar Christian Benedict dari Uppsala University di Swedia.

“Penemuan kami ini menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengurangi energi seseorang,” tambahnya.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kurang tidur juga menunjukkan keterkaitan dengan peningkatan tingkat stres dan rasa lapar yang lebih lama.

Untuk mengidentifikasi mekanisme kurang tidur seperti apa yang menyebabkan efek ini, Benedict bersama koleganya mengujicobakan 14 orang responden selama beberapa hari dengan beragam macam tidur; kurang tidur, tidak tidur sama sekali dan tidur yang normal. Setelah itu mereka mengukur seberapa banyak para responden makan, tekana gula darah, tingkat hormon dan metabolisme mereka.

Melalui penelitian tersebut Christian Benedict dan koleganya menemukan bahwa kurang tidur di malam hari dapat memperlambat metabolisme untuk keesokan harinya, mengurangi energi untuk bernapas dan pencernaan dari 5 sampai 20 persen, dibandingkan orang yang tidur nyenyak.

Hasil penelitian tersebut juga memperlihatkan tingginya kadar gula darah responden pada pagi hari. Selain itu, hormon penyebab rasa lapar Ghrelin dan hormon stres Cartisol juga naik pada responden yang mengalami kurang tidur.

Akibat tingginya gula darah, lambatnya metabolisme dan meningkatnya rasa lapar bisa menyebabkan seseorang mengalami kegemukan.

Leave a Reply