Gumi Sasak Darrussalam

Nama Gumi Sasak Darussalam adalah sebutan untuk gumi paer Tanah Air Bangsa Sasak yaitu Pulau Lombok. Gumi artinya negeri, Sasak adalah nama bangsa yang mendiami Pulau Lombok sejak zaman dahulu dan darussalam adalah nama Suarga Tuhan yang bermakna Tempat Yang Damai.

Selama beratus ratus tahun Gumi paer dijajah oleh bangsa asing sehingga anak bangsa Sasak sangat kesulitan dalam mencari jati diri mereka dimasa lalu dan masa kini. Sejarah gumi paer yang tidak jelas karena Pulau Lombok dipakai sekedar sebagai persinggahan dan koloni oleh bangsa asing abik dari China, India Selatan, Persia, Yaman, Mesir, Portugis, Spanyol, Belanda, Ingris, Jawa dan Bali. Dua yang terakhir adalah tetangga dekat dan dengan merekalah bangsa Sasak banyak ber-akulturasi dalam bahasa, adat dan budaya.

Identitas yang Islami dipergunakan disebabkan oleh alasan pragmatis dan religius.

Bayangkanlah berapa ratus tahun dibutuhkan untuk mencari dan mengelola kembali identitas kita yang sudah tengelam ratusan tahun silam. Islam telah ada dan mendarah daging pada mayoritas penduduk gumi paer sejak 500 tahun silam.

Hampir dipastikan bahwa warna kehidupan penduduk bercitra keislaman hatta sampai kepada penganut ajaran animis yang masih tersisa di beberapa titik. Sebagai mayoritas hendaklah diperhatikan masalah pemberdayaan dan pendidikan yang lebih baik agar mayoritas tidak menjadi beban bagi minoritas sebagai tampak pada keadaan 100 tahun terakhir.

Gerakan Gumi Sasak Darussalam bersifat terbuka, adil dan menghormati semua orang sama dan sederajat dengan mengedepankan sifat Rahmatan lilalamin.

Latar Belakang GSD

Gumi Sasak Darussalam digagas setelah adanya keinginan kuat dari beberapa orang tokoh pulau Sumbawa yang sangat menginginkan pemisahan diri dari provinsi NTB.

Sebagai bangsa yang bermartabat kita tidak boleh lengah dan hanya pasrah begitu saja. Kita tentu dengan senang hati mendukung cita-cita kawan kita itu tetapi kita sendiri yang akan berdikari, adalah induk yang akan ditinggal oleh anaknya.

Dari pengalaman sebagai induk kita tentu sudah tahu apa yang harus dilakukan yaitu yang terbaik bagi masyarakat dan gumi paer. Untuk itulah diperlukan lembaga ini sebagai wadah menyatukan keluarga besar anak bangsa Sasak yang mepunyai rasa cinta dan militansi terhadap jati diri dan kepentingan masa kini dan masa depan generasi gumi paer tercinta.

Visi GSD

Gumi Sasak Darussalam adalah gerakan politik dalam rangka memerdekakan anak bangsa Sasak dan penduduk Lombok umumnya dari keterbelakangan, keterpurukan dan kebodohan. Grakan politik ini berjuang untuk mengangkat harkat martabat anak bangsa Sasak agar segera lepas landas dan sejajar dengan bangsa bangsa modern di seluruhy dunia.

Bangsa Sasak dan penduduk gumi paer mesti, harus dan wajib diarahkan dan dikembangkan menjadi pribadi yang berilmu pengetahuan, berakhlak mulia dan beramal sholeh dalam kehidupan seharai hari.

Misi GSD

Sebagai alat pelaksana dari visi Gumi Sasak Darussalam maka perlu diambil langkah kongkrit merancang suatu perkumpulan yang berisi tokoh tokoh muda dan tua laki laki dan perempuan yang memilki militansi dan patriotisme. Sehingga gerakan ini sama sekali lepas dari campur tangan pemerintah atau kelompok lain.

Gumi Sasak Darussalam adalah sebuah gerakan independen yang bekerja dengan terbuka, terang benderang dan berfokus pada pengabdian tulus ikhlas hanya dan tanpa kecuali untuk kemakmuran dan kesejahteraan anak bangsa Sasak dan penghuni gumi paer umumnya baik dari segi jasmani maupun rohani.

Untuk mensukseskan gerakan ini maka GSD mempunyai devisi pengembangan yang meliputi :

  • SDM melalui pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan lingkungan setiap saat. Untuk itu perhatian harus difokuskan pada kualitas pendidik dan instruktur.
  • Ekonomi melalui pengembangan ekonomi kecil di pedesaan, pengembangan usaha rumahan, kerajinan dan seni.
  • Kebudayaan melaui pengembangan seni dan budaya asli yang sudah ada dimasyarakat dengan mengontrol sebaik mungkin agar nilai-nilai luhur didalamnya tidak terkikis oleh pengaruh negatif dari luar.
  • IPTEK melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang teknik pertanian, perikanan, peternakan dan pertanian serta IT.
  • Pariwisata dan seni murni (fine art) melalui kegiatan pengembangan kepariwisataan dan seni murni yaitu menyiapkan masyarakat untuk terlibat langsung dalam bisnis kepariwisataan untuk mengangkat perekonomian dan seni murni seperti seni lukis, musik, kerawitan, tari , cinematografi dan teater.
  • Politik melaui pembinaan kader kader yang akan menjadi pejabat dan pemimpin dengan memberi pelatihan kompetensi profesionalisme disegala bidang, baik leadership, pengawasan, konsultan, administrasi umum maupun pemerintahan.

Yogyakartapada, Hari Idul Fitri 1432 H, Selasa 30 Agustus 2011

Pionir

Hazairin R. JUNEP

Leave a Reply