Dilema: Hacker Penjahat atau Pahlawan

Menurut definisi saya, hacker adalah orang yang menyusup ke sistem lainnya tanpa melalui jalur kelaziman.

Menyusup berarti masuk tanpa ijin, bisa diperluas menjadi reverse enginering, security penetration, carding, dan sebagainya.
Sistem di sini bisa berarti software, lokasi, jaringan, atau media.

Pertanyaannya, “hacker itu, pahlawan atau penjahat?

Menurut IDEAL saya, hacker itu seorang penjahat.
Karena:

  • Hacker, tidak peduli mau black/white/warna lainnya, saat ia menyusup, sudah melanggar privasi.
    Meskipun pelanggaran ini terhitung pelanggaran ringan dan mungkin, tanpa jejak. Meskipun yang disusupi itu sistem yang tidak rentan informasi.
  • Hacker, merugikan orang lain.
    Tidak peduli anda menjebol situs porno dengan kartu kredit/password curian, hacker sudah mengganggu usaha/modal orang lain. Keburukan sebuah target (misalnya situs porno) tidak menjadikan perbuatan tersebut mulia.
  • Kejahatan seorang hacker menjadi berlipat ganda ketika perbuatan seorang hacker mendorong orang lain melakukan kejahatan.
    Seorang hacker bersalah ketika dia menjebol sebuah kartu kredit. Kesalahannya berlipat dua ketika ia memberikan kartu kredit curian itu kepada orang lain. Kesalahannya bertambah lagi setiap orang lain menggunakan hasil kejahatannya tersebut. Seperti bola salju.

Menurut IDEAl saya, hacker itu seorang pahlawan hanya ketika ia melakukan penyusupan itu terhadap sistem musuh. Tentu saja dalam keadaan perang. Karena dalam perang, kita harus menggunakan semua potensi yang ada untuk mencapai kebebasan.
Ya, perang haruslah membebaskan!

Sekarang, Hacker-kah anda? Penjahat? Atau pahlawan?

Tentu setiap orang memiliki opini yang berbeda, begitu juga anda!

Leave a Reply