Aku Batu – Puisi Tentang Kekerasan Hati

Pergilah ke sungai
dan duduklah diam
lalu belailah Batu
yang paling besar
dibawah sinar surya
setiap pori berkilau
ada butir-butir kaca
dan urat-urat yang terajut
sudut yang harus dibelah

Batu adalah tubuh ini
diantara kaki badan dan kepala
ada sudut sudut
yang dapat dibelah
luka dan sembuh
obat dan racun
semua yang terlihat
teraba
terasa
dan binasa

Mineral atom membangun tubuh
akan membatu
dengan urat mencengkram kaku
dan membuat kelu
cacat
lumpuh
buntung
rusak
bisa apa saja

Diantara kerlip mata
ada kaca yang berkilau
tataplah lamat lamat
disitu ada jalur yang susah terlihat
jalan itu menuju ke jantung hati
disana dalam gumpalan yang merah
bergelora yang abstrak
cinta
iman
tuhan
kasih
senang
susah
kutukan
dan doa

Dalam kristal itu ada catatan
pengakuan
kefakiran
kemiskinan
kekayaan
kegundahan
kemunafikan
kedurjanaan
ketakutan
ketaatazasan
kepasrahan
pecundang
atau pemenang

Musa membelah batu
dan duabelas mata air memancar
dua belas adalah tiga
aku kamu dan dia
Batu telah bicara kepada Muhammad
ia ditolak
dan terus terpaku ditepi
jalan berpasir lengang

Batu menimpa otak
kepala batu
Batu menimpa hati
hati yang membatu
fakir yang membatu
miskin yang membatu
kefasikan yang membatu
tak ada satupun yang mencari
urat urat untuk dipalu

Batu yang teronggok di sungai itu
lima ribu tahun membeku
akan abadi
sedang kepala batu
hati batu
setelah dengkul membatu
ginjal membatu
empedu membatu
hati membatu
apa yang kau tunggu

Ada yang kencing diatas batu
mentari senyum dan mengeringkannya
lewat bayu dan terbang bersama
mineral itu ke langit
dan awan mengaraknya
sebagai pengantin
lalu luruh
dan kita berseru
hujan
dalam lonjak girang
kita minum kencing
beramai ramai
dasar kepala BATU!

Leave a Reply