<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berugak Blogsphere</title>
	<atom:link href="http://berugak.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berugak.com</link>
	<description>Blogs The Sasak Communities and Their Cultures</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 01:57:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Raja Nusantara Mengagumi Budaya Sasak</title>
		<link>http://berugak.com/blog/raja-nusantara-mengagumi-budaya-sasak.html</link>
		<comments>http://berugak.com/blog/raja-nusantara-mengagumi-budaya-sasak.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 01:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amrinz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[adat sasak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berugak.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun belakangan ini budaya dan pariwisata Lombok khususnya budaya sasak menjadi sorotan dunia karena keberagaman dan keunikannya, budaya sasak yang sangat beragam dan unik tersebut sangat dikagumi oleh para wisatawan baik wisatawan asing maupun wisatawan domestic.
Tentunya kita sebagai orang sasak harus berbangga hati dengan asset yang kita miliki tersebut. Terlebih lagi beberapa waktu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun belakangan ini budaya dan pariwisata Lombok khususnya budaya sasak menjadi sorotan dunia karena keberagaman dan keunikannya, budaya sasak yang sangat beragam dan unik tersebut sangat dikagumi oleh para wisatawan baik wisatawan asing maupun wisatawan domestic.</p>
<p>Tentunya kita sebagai orang sasak harus berbangga hati dengan asset yang kita miliki tersebut. Terlebih lagi beberapa waktu yang lalu Raja Gowa, Sulawesi Selatan, Andi Kumala Ijo melontarkan rasa kagumnya terhadap budaya sasak “ternyata budaya yang dimiliki Sasak Lombok sangat mengagumkan” pujinya.</p>
<p>Pujian tersebut ia lontarkan pada saat menghadiri acara resepsi perniahan putri Kasubdin Kebudayaan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah yang juga sekaligus Ketua Aliansi Majelis Adat (AMA) Kabupaten Loteng, Drs. H.L. Muhammad Putrie, M.Pd di Desa Ketara Kecamatan Pujut beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>&#8230; Baca selengkapnya di <a href="http://www.sasak.org/berita/budaya/236.html">un-official sasak website</a></p>
<img src="http://berugak.com/?ak_action=api_record_view&id=19&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berugak.com/blog/raja-nusantara-mengagumi-budaya-sasak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merariq &#8211; Ketika Orang Sasak Menikah</title>
		<link>http://berugak.com/blog/merariq-ketika-orang-sasak-menikah.html</link>
		<comments>http://berugak.com/blog/merariq-ketika-orang-sasak-menikah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 01:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amrinz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berugak.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Merariq adalah suatu proses awal yang harus terjadi sebelum pernikahan. Merariq adalah kebudayaan masyarakat sasak, NTB. Saya sendiri pernah melihat ini terjadi di daerah Lombok Timur.
Di Lombok, ketika kau ingin menikahi anak gadis seseorang, maka kau harus ‘menculiknya’dari keluarga mereka terlebih dahulu. Kau akan ‘melarikannya’ dari rumah orangtua atau keluarganya dan menyembunyikannya – dimana saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merariq adalah suatu proses awal yang harus terjadi sebelum pernikahan. Merariq adalah kebudayaan masyarakat sasak, NTB. Saya sendiri pernah melihat ini terjadi di daerah Lombok Timur.</p>
<p>Di Lombok, ketika kau ingin menikahi anak gadis seseorang, maka kau harus ‘menculiknya’dari keluarga mereka terlebih dahulu. Kau akan ‘melarikannya’ dari rumah orangtua atau keluarganya dan menyembunyikannya – dimana saja yang kau rasa aman- tapi biasanya kau akan membawanya pulang ke rumah orangtuamu sendiri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>Setelah itu kau akan memberi kabar kepada orangtua atau keluarganya bahwa kau telah melarikannya dan menyembunyikannya dan ingin segera menikahi anak gadisnya. Lalu membiarkan keluarganya berfikir untuk mau menyetujuinya atau tidak.</p>
<p>Kalau keluarganya setuju, maka kau akan memulangkan anak gadisnya dan melakukan pernikahan. Tetapi kalau keluarganya tidak setuju maka kau harus menyerahkan anaknya kembali (walau dalam prosesnya sih agak susah).</p>
<p>Itulah merariq. Melarikan, menculik, dan menyembunyikannya dari ‘pemiliknya’.</p>
<p>Memang sedikit unik dan membingungkan. Kau pasti bertanya-tanya, “apakah orangtua atau keluarga sang gadis tidak akan marah dan melaporkannya pada polisi?”</p>
<p>Itulah yang kupikirkan sehingga membuatku menanyakannya pada niniq-ku (dalam bahasa Indonesia kakek). Dan akupun mendapatkan jawaban yang lebih mencengangkan, bahkan bagiku tak masuk akal.</p>
<p>Menurutnya, merariq adalah tradisi yang memang sudah dilakukan turun temurun. Merariq adalah bentuk penghormatan kepada orangtua dan keluarga si gadis, menunjukkan kalau anak gadis yang dimilikinya sangat berharga sehingga si pria yang menginginkannya harus ‘mencurinya’ terlebih dahulu. Dan konon katanya, kalau seorang gadis sudah merariq namun tidak melanjutkan ke pernikahan karena orangtuanya tidak menyetujui mereka, maka gadis itu tidak akan bisa menikah seumur hidupnya. Dan karena konon itulah jarang ada orangtua yang tidak menyetujui.</p>
<p>Menurutku itu agak tidak masuk akal, karena kalau kau memang ingin memberikan penghormatan yang layak, seharusnya kau meminta baik-baik si gadis dari orangtuanya, atau kita biasa sebut lamaran. Dan lagi, siapa yang tahu kalau perempuan, anak gadis yang dilarikan itu masih gadis setelah dipulangkan? Tidak ada yang bisa menjamin.</p>
<p>Walaupun ada juga yang menganggap itu romantis. Entah apanya yang romantis?? tapi kalau itu memang sudah menjadi tradisi dan kebudayaan mereka, mungkin tampaknya memang harus dipertahankan, ya.</p>
<img src="http://berugak.com/?ak_action=api_record_view&id=16&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berugak.com/blog/merariq-ketika-orang-sasak-menikah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Wisata di Lombok</title>
		<link>http://berugak.com/blog/tempat-wisata-lombok.html</link>
		<comments>http://berugak.com/blog/tempat-wisata-lombok.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 01:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amrinz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berugak.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[NTB atau Bumi Gora merupakan provinsi yang memiliki dua pulau yaitu Sumbawa dan Lombok. Menurut sebagian orang yang pernah berwisata ke NTB, Lombok jauh dianggap lebih indah, eksotik dan menawarkan lebih banyak pilihan dibandingkan Sumbawa. Terutama dengan keindahan kawasan pantainya yang sudah dikenal hingga ke belahan Benua Eropa.
Pesona Lombok memang tak ada habisnya. Beragam tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NTB atau Bumi Gora merupakan provinsi yang memiliki dua pulau yaitu Sumbawa dan Lombok. Menurut sebagian orang yang pernah berwisata ke NTB, Lombok jauh dianggap lebih indah, eksotik dan menawarkan lebih banyak pilihan dibandingkan Sumbawa. Terutama dengan keindahan kawasan pantainya yang sudah dikenal hingga ke belahan Benua Eropa.</p>
<p>Pesona Lombok memang tak ada habisnya. Beragam tempat wisata dan atraksi budayanya yang dapat dinikmati. Wisatawan tinggal pilih, mau berwisata sejarah, berwisata pantai atau pun berwisata belanja.</p>
<p>Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selain daerah agraris juga dikenal dengan kepariwisataannya. Bahkan pemerintah daerah setempat pada tahun ini menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara, minimal 13 persen dibandingkan tahun lalu.</p>
<p>Pulau Lombok memiliki magnet tersendiri bagi para pelancong yang ingn menikmati nuansa wisata yang berbeda. Terutama gili-gili (pulau kecil) yang menjadi primadona bagi pecinta wisata bahari.<span id="more-13"></span></p>
<p>Lombok dengan luas sekitar 4.700 Km2 dihuni 2.625 jiwa yang mayoritas Suku Sasak. Alam dan budayanya menawarkan tempat-tempat wisata, yang bisa masuk daftar kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sekalipun.</p>
<p>Lombok dikenal memiliki kekayaan wisata pantai, sebut saja Senggigi yang sudah tersohor luas. Letaknya strategis hanya butuh perjalanan 15 menit dari kota Mataram dengan menggunakan kendaraan mobil. Kawasan pantai Senggigi sejak tahun 1980 sudah diperkenalkan kepariwisataannya, dan menjadi ikon pariwisata di NTB. Saat ini, puluhan hotel mulai dari kelas bintang 3 sampai 5 memadati kawasan ini dari selatan hingga utara.</p>
<h2><strong>Pantai Senggigi</strong></h2>
<p>Banyak wisatawan lebih memilih menghabiskan waktu sore hari dengan duduk di pantai berpasir putih sambil menikmati indahnya mentari tenggelam (sunset). Kalau Bali memiliki Pantai Kuta, Sanur, Legian, maka Lombok punya Pantai Senggigi yang asri dan nyaman. Kendati didapati hotel dan galeri, wisatawan masih bisa melihat nelayan dengan kapal cadiknya yang hendak melaut mencari ikan setiap hari.</p>
<p>Pantai Senggigi, yang terletak di sebelah utara Bangsal, merupakan pantai yang paling populer dan sudah terkenal akan keindahannya. Pantai yang terletak 12 kilometer dari sebelah barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok ini, terbentang hampir sepanjang 10 km dengan hamparan pasir putih yang seolah menggoda Anda untuk duduk diatasnya dan untuk sejenak melupakan segala rutinitas hidup Anda, kepadatan lalu lintas kota, dan menghirup udara segar dengan menikmati pemandangan air laut yang berwarna biru gradasi hijau serta menikmati indahnya matahari terbenam di pantai Senggigi.</p>
<p>Umumnya wisatawan krtika berada di Senggigi menyempatkan diri untuk mengunjungi Pura Batu Bolong, 3 Km dari sentral keramaian Senggigi.</p>
<p>Batu Bolong merupakan pura bagian yang dimiliki umat Hindu di Lombok dan sudah cukup lama dibuka bagi wisatawan.<br />
Selain menjadi pusat home stay wisatawan mancanegara dan nusantara, pantainya masih ali dan bisa dijadikan tempat rekreasi yang menyenangkan. Untuk itu, Pemda Kabupaten Lombok Barat setiap pertengahan tahunnya menjadwalkan penyelengaraan Festival Senggigi. Tidak jarang kekayaan atraksi budaya yang dipentaskan selama sepekan bisa membuat wisatawan ingin menikmatinya.</p>
<p>Selain keindahan alam pesisirnya. Pantai Senggigi juga menawarkan ciri khas lain dari Lombok melalui berbagai cendera matanya. Tepatnya di Jalan Raya Senggigi Km 7 terdapat pusat perbelanjaan berbagal cendera mata Lombok di Pasar Seni Senggigi (Art Market Senggigi).</p>
<p>Ikhwal awal didirikannya Pasar Seni Senggigi karena letaknya yang berdekatan dengan kawasan Pantai Senggigi. Karena itu Pemprov NTB berharap kedepannya tempat ini menjadi surga belanja bagi para wisatawan yang berwisata di Lombok.</p>
<p><strong>Tempat Menginap</strong><br />
Di sekitar Pantai Senggigi banyak terdapat penginapan yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari hotel berbintang, resor, hotel melati hingga pemondokan. Beberapa tempat menginap yang dapat dijadikan alternative adalah Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage, dan lain-lain.</p>
<p><strong>Tempat Bersantap</strong><br />
Di sepanjang pinggir pantai, berjejer restoran-restoran yang menyediakan berbagai jenis hidangan khas Lombok dan jenis hidangan lainnya. Selama berada di Lombok, jangan lupa untuk mencicipi Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung.</p>
<p><strong>Berkeliling</strong><br />
Jika Anda ingin mengelilingi pantai Senggigi namun tidak ingin cepat lelah, Anda bisa menaiki cidomo ” angkutan khas NTB yang ditarik oleh seekor kuda. Atau Anda juga dapat mengelilingi pantai dengan berjalan kaki.</p>
<p><strong>Buah Tangan</strong><br />
Di sepanjang jalur pantai Senggigi, banyak terdapat toko cinderamata yang menawarkan barang-barang kerajinan khas Lombok seperti lukisan, kerajinan tangan, kain tenun Lombok, perhiasan mutiara dan lain-lain.</p>
<h2>Batu Bolong</h2>
<p>Batu Bolong merupakan sebuah tempat wisata dekat pantai. Di sana terdapat sebuah batu yang berlubang cukup besar di bagian tengahnya. Di sini terdapat juga sebuah pura yang berdiri di atas batu karang. Pura ini berhadapan dengan selat Lombok dan Gunung Agung Bali. Upacara-upacara keagamaan diselenggarakan oleh masyarakat yang beragama Hindu dan dari tempat ini pengunjung dapat menikmati matahari terbenam.</p>
<h2>Gili Trawangan</h2>
<p>Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau atau gili (Kepulauan Gili) yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Diantara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai Tîr na Nôg mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.</p>
<p>Trawangan punya nuansa “pesta” lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat dimana para wisatawan bisa belajar berkuda mengelilingi pulau.</p>
<p>Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke- dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.</p>
<h2>Gili Meno</h2>
<p>Gili Meno adalah salah satu dari 3 pulau kecil yang berada dikawasan wisata.Letaknya diantara gili trawangan dan gili air.Dari mataram sekitar 45 menit perjalanan menempuh kawasan wisata senggigi yang berlatarkan pemandangan pantai yang menakjubkan atau pun melalui kawasan wisata hutan monyet pusuk dengan ditemani hutan lindung yang lebat.Disini terdapat taman burung yang mempunyai koleksi burung-burung langka dari indonesia dan mancanegara.Pasirnya putih dan masih alami sangat cocok untuk dijadikan tempat berlibur keluarga.</p>
<h2>Gili Air</h2>
<p>Pulau Gili Air adalah pulau yg terdekat dengan daratan pulau Lombok, Pulau ini juga memiliki pantai yg sangat putih dan hamparan terumbu karangnya.</p>
<p>Diantara ketiga pulau pulau di bagian utara pulau Lombok, Gili Air lah yg memiliki kampung terbesar. Di pulau ini juga terdapat berbagai macam aneka hotel dari bintang hingga kelas melati juga restoran yg menyediakan berbagai macam makanan mulai dari makanan khas Lombok hingga makanan Eropa.</p>
<h2>Taman Suranadi</h2>
<p>Taman Suranadi merupakan salah satu pura suci di Pulau Lombok. Ada beberapa mata air serta ikan tuna yang hidup di kolam yang dianggap suci dan tidak boleh ditangkap. Di samping itu Suranadi merupakan hutan wisata, udaranya sejuk dan dihuni berbagai jenis burung yang dapat menjadi objek pengamatan. Taman Suranadi terletak 13 km sebelah timur Kota Mataram.</p>
<p>Kehidupan tradisional masyarakat Lombok dengan mengunjungi Desa Karang Bayan desa asli suku Sasak dan Desa Nyiur Baya yang merupakan desanya para pembuat kerajinan tangan. Serta melewati perkampungan para petani dan persawahan kita menuju Suranadi menikmati kehijauan dan rimbunya hutan lindung yang ada disini atau jelajahi keindahan hutan ini dengan mngendarai gajah.</p>
<h2>Sesaot</h2>
<p>Sekitar 5 Km di utara Suranadi terdapat Sesaot , merupakan kota pasar yang berada di tepi hutan. Di tempat ini terdapat sebuah lokasi wisata di mana pengunjung dapat berenang di sungai yang berada di dekatnya. Sungai ini dianggap sebagai salah satu sungai suci di Lombok karena airnya yang dingin berasal dari Gunung Rinjani yang dipercaya sebagai tempat bermukimnya para dewa. Untuk mencapai tempat ini pengunjung dapat menumpang angkutan umum dari Narmada.</p>
<h2>Gunung Rinjani</h2>
<p>Gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggera Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.</p>
<p>Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur , Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat Kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m.</p>
<p>Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut. Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (Gunung Baru Jari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir meletus pada tahun 2004.</p>
<h2>Danau Segara Anak</h2>
<p>Danau Segara Anak dapat ditempuh melalui dua jalur, dari Senaru Lombok Barat dan Sembalun Lombok Timur. Jalan mendaki dapat diawali dari Pesugulan 78 km dari Mataram. Di sini juga terdapat tempat-tempat indah untuk berkemah terutama di tepi danau Segara Anak.</p>
<h2>Sendang Gile</h2>
<p>Sendang Gile ini terletak kurang lebih 80 km dari Mataram, merupakan tempat perhentian sebelum mendaki gunung Rinjani. Di kawasan ini terdapat air terjun yang sangat indah dengan pemandangan yang alami serta air yang dingin. Tak jauh dari tempat ini terdapat juga air terjun Tiu Pepe yang sangat indah dan di tempat ini bisa berendam dan berenang.</p>
<h2>Tetebatu</h2>
<p>Tetebatu yang terletak di kaki selatan Gunung Rinjani ini adalah tempat yang indah dengan suasana alam pegunungan yang sangat menyenangkan. Wisatawan yang ingin mengunjungi wilayah Lombok Tengah dapat menjadikan Tetebatu sebagai basis atau pangkalan sebelum melanjutkan perjalanan mengeksplorasi wilayah Lombok Tengah.</p>
<p>Dari Tetebatu wisatawan dapat menyewa kendaraan (motor/mobil) untuk mengelilingi wilayah di sekitarnya. Panorama di kawasan Tetebatu sangat indah; dari tempat ini terbentang pemandangan ke arah selatan Pulau Lombok, panorama Gunung Rinjani di utara dan pemandangan laut ke arah timur. Tetebatu merupakan tempat yang sempurna untuk beristirahat bagi mereka yang menyukai suasana alam pegunungan.</p>
<p>Kawasan Tetebatu juga menjadi titik awal untuk memulai kegiatan hiking mengunjungi dua air terjun yaitu Air Terjun Jukut yang terletak di timur laut dan Air Terjun Joben yang terletak di barat laut Tetebatu. Kedua air terjun ini berada di lereng selatan Gunung Rinjani. Tidak ada angkutan umum yang tersedia untuk mengunjungi kedua lokasi ini sehingga pengunjung harus membawa kendaraan sendiri atau berjalan kaki selama satu setengah jam dari Tetebatu.</p>
<p>Berada di bagian Timur Lombok, menghamparkan pemandangan alam yang begitu indah, dan pada Tour ini kita akan mengunjungi Desa Sukarara, sebuah desa yang menjadi pusat KerajinanTenun kain dan Double Ikat asli suku Sasak, dan mengunjungi Desa Beleka, desa yag terkenal dengan kerajinan anyaman Rotan dan Ketaq (sejenis ilalang sekelas rotan) serta tak lupa singgah di Desa loyok yang terkenal dengan kerajinan bambu khususnya berbentuk bakul dan keranjang.</p>
<p>Dan ahirnya kita akan langsung menuju Tete Batu yang berada dilereng Gunung Rinjani yang akan mempesona kita dengan pemandangan pegununganya.</p>
<p>Dan sebagai ahir kunjungan kita adalah Otak Kokok, sebuah Air terjun, yang oleh orang setempat dipercayai memiliki kekuatan therapis yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.</p>
<h2>Pantai Kuta</h2>
<p>Tempat wisata di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Pantai dengan pasir berwarna putih ini terletak sebuah desa bernama Desa Kuta. Desa Kuta mulai menjadi tempat tujuan wisata yang menarik di Indonesia sejak didirikannya banyak hotel-hotel baru. Selain keindahan alam yang dapat dinikmati di desa ini, satu kali dalam setahun diadakan upacara adapt sasak di desa ini. Ini adalah upacara Bau Nyale Dalam upacara ini para pelaut mencari cacing Nyale di laut.</p>
<p>Menurut legenda, dahulu ada seorang putri, bernama Putri Mandalika, yang sangat cantik, banyak pangeran dan pemuda yang ingin menikah dengannya. Karena ia tidak dapat mengambil keputusan, maka ia terjun ke air laut. Ia berjanji sebelumnya bahwa ia akan datang kembali satu kali dalam setahun. Rambutnya yang panjang kemudian menjadi cacing Nyale tersebut.</p>
<img src="http://berugak.com/?ak_action=api_record_view&id=13&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berugak.com/blog/tempat-wisata-lombok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filosofi dan Arsitektur Rumah Adat Sasak</title>
		<link>http://berugak.com/blog/filosofi-dan-arsitektur-rumah-adat-sasak.html</link>
		<comments>http://berugak.com/blog/filosofi-dan-arsitektur-rumah-adat-sasak.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 01:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amrinz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[adat sasak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berugak.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Suku Sasak adalah penduduk asli dan suku mayoritas di Lombok, NTB. Sebagai penduduk asli, suku Sasak telah mempunyai sistem budaya sebagaimana terekam dalam kitab Nagara Kartha Gama karangan Empu Nala dari Majapahit.
Dalam kitab tersebut, suku Sasak disebut “Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi.” Jika saat kitab tersebut dikarang suku Sasak telah mempunyai sistem budaya yang mapan, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suku Sasak adalah penduduk asli dan suku mayoritas di Lombok, NTB. Sebagai penduduk asli, suku Sasak telah mempunyai sistem budaya sebagaimana terekam dalam kitab Nagara Kartha Gama karangan Empu Nala dari Majapahit.</p>
<p>Dalam kitab tersebut, suku Sasak disebut “Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi.” Jika saat kitab tersebut dikarang suku Sasak telah mempunyai sistem budaya yang mapan, maka kemampuannya untuk tetap eksis sampai saat ini merupakan salah satu bukti bahwa suku ini mampu menjaga dan melestarikan tradisinya.</p>
<p>Salah satu bentuk dari bukti kebudayaan Sasak adalah bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah bukan sekadar tempat hunian yang multifungsi, melainkan juga punya nilai estetika dan pesan-pesan filosofi bagi penghuninya, baik arsitektur maupun tata ruangnya.</p>
<p>Rumah adat Sasak pada bagian atapnya berbentuk seperti gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5-2 meter dari permukaan tanah. <span id="more-9"></span></p>
<p>Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu, hanya mempunyai satu berukuran kecil dan tidak ada jendelanya. Ruangannya (rong) dibagi menjadi inan bale (ruang induk) yang meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem berupa tempat menyimpan harta benda, ruang ibu melahirkan sekaligus ruang disemayamkannya jenazah sebelum dimakamkan.</p>
<p>Ruangan bale dalem dilengkapi amben, dapur, dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya) terbuat dari bambu ukuran 2 x 2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang. Selain itu ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan sistem geser. Di antara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga anak tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau atau kuda, getah, dan abu jerami. Undak-undak (tangga), digunakan sebagai penghubung antara bale luar dan bale dalem.</p>
<p>Hal lain yang cukup menarik diperhatikan dari rumah adat Sasak adalah pola pembangunannya. Dalam membangun rumah, orang Sasak menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga maupun kelompoknya. Artinya, pembangunan tidak semata-mata untuk mememenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga kebutuhan kelompok.</p>
<p>Karena konsep itulah, maka komplek perumahan adat Sasak tampak teratur seperti menggambarkan kehidupan harmoni penduduk setempat.</p>
<p>Bentuk rumah tradisional Lombok berkembang saat pemerintahan Kerajaan Karang Asem (abad 17), di mana arsitektur Lombok dikawinkan dengan arsitektur Bali.</p>
<p>Selain tempat berlindung, rumah juga memiliki nilai estetika, filosofi, dan kehidupan sederhana para penduduk di masa lampau yang mengandalkan sumber daya alam sebagai tambang nafkah harian, sekaligus sebagai bahan pembangunan rumah. Lantai rumah itu adalah campuran dari tanah, getah pohon kayu banten dan bajur (istilah lokal), dicampur batu bara yang ada dalam batu bateri, abu jerami yang dibakar, kemudian diolesi dengan kotoran kerbau atau kuda di bagian permukaan lantai.</p>
<p>Materi membuat lantai rumah itu berfungsi sebagai zat perekat, juga guna menghindari lantai tidak lembab. Bahan lantai itu digunakan, oleh warga di Dusun Sade, mengingat kotoran kerbau atau sapi tidak bisa bersenyawa dengan tanah liat yang merupakan jenis tanah di dusun itu.</p>
<p>Konstruksi rumah tradisional Sasak agaknya terkait pula dengan perspektif Islam. Anak tangga sebanyak tiga buah tadi adalah simbol daur hidup manusia: lahir, berkembang, dan mati.</p>
<p>Juga sebagai keluarga batih (ayah, ibu, dan anak), atau berugak bertiang empat simbol syariat Islam: Al Quran, Hadis, Ijma’, Qiyas). Anak yang yunior dan senior dalam usia ditentukan lokasi rumahnya.</p>
<p>Rumah orangtua berada di tingkat paling tinggi, disusul anak sulung dan anak bungsu berada di tingkat paling bawah. Ini sebuah ajaran budi pekerti bahwa kakak dalam bersikap dan berperilaku hendaknya menjadi panutan sang adik.</p>
<p>Rumah yang menghadap timur secara simbolis bermakna bahwa yang tua lebih dulu menerima/menikmati kehangatan matahari pagi ketimbang yang muda yang secara fisik lebih kuat. Juga bisa berarti, begitu keluar rumah untuk bekerja dan mencari nafkah, manusia berharap mendapat rida Allah di antaranya melalui shalat, dan hal itu sudah diingatkan bahwa pintu rumahnya menghadap timur atau berlawanan dengan arah matahari terbenam (barat/kiblat).</p>
<p>Tamu pun harus merunduk bila memasuki pintu rumah yang relatif pendek. Mungkin posisi membungkuk itu secara tidak langsung mengisyaratkan sebuah etika atau wujud penghormatan kepada tuan rumah dari sang tamu.</p>
<p>Kemudian lumbung, kecuali mengajarkan warganya untuk hidup hemat dan tidak boros sebab stok logistik yang disimpan di dalamnya, hanya bisa diambil pada waktu tertentu, misalnya sekali sebulan. Bahan logistik (padi dan palawija) itu tidak boleh dikuras habis, melainkan disisakan untuk keperluan mendadak, seperti mengantisipasi gagal panen akibat cuaca dan serangan binatang yang merusak tanaman atau bahan untuk mengadakan syukuran jika ada salah satu anggota keluarga meninggal.</p>
<p>Berugak yang ada di depan rumah, di samping merupakan penghormatan terhadap rezeki yang diberikan Tuhan, juga berfungsi sebagai ruang keluarga, menerima tamu, juga menjadi alat kontrol bagi warga sekitar. Misalnya, kalau sampai pukul sembilan pagi masih ada yang duduk di berugak dan tidak keluar rumah untuk bekerja di sawah, ladang, dan kebun, mungkin dia sakit.</p>
<p>Sejak proses perencanaan rumah didirikan, peran perempuan atau istri diutamakan. Umpamanya, jarak usuk bambu rangka atap selebar kepala istri, tinggi penyimpanan alat dapur (sempare) harus bisa dicapai lengan istri, bahkan lebar pintu rumah seukuran tubuh istri.</p>
<p>Membangun dan merehabilitasi rumah dilakukan secara gotong-royong meski makan-minum, berikut bahan bangunan, disediakan tuan rumah.</p>
<p>Dalam masyarakat Sasak, rumah berada dalam dimensi sakral (suci) dan profan duniawi) secara bersamaan.</p>
<p>Artinya, rumah adat Sasak disamping sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya anggota keluarga juga menjadi tempat dilaksanakannya ritual-ritual sakral yang merupakan manifestasi dari keyakinan kepada Tuhan, arwah nenek moyang (papuk baluk) bale (penunggu rumah), dan sebaginya.</p>
<p>Perubahan pengetahuan masyarakat, bertambahnya jumlah penghuni dan berubahnya faktor-faktor eksternal lainya (seperti faktor keamanan, geografis, dan topografis) menyebabkan perubahan terhadap fungsi dan bentuk fisik rumah adat. Hanya saja, konsep pembangunannya seperti arsitektur, tata ruang, dan polanya tetap menampilkan karakteristik tradisionalnya yang dilandasi oleh nilai-nilai filosofis yang ditransmisikan secara turun temurun.</p>
<p><strong>Pemilihan Waktu dan Lokasi</strong><br />
Untuk memulai membangun rumah, dicari waktu yang tepat, berpedoman pada papan warige yang berasal dari Primbon Tapel Adam dan Tajul Muluq. Tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk menentukan hari baik, biasanya orang yang hendak membangun rumah bertanya kepada pemimpin adat.</p>
<p>Orang Sasak di Lombok meyakini bahwa waktu yang baik untuk memulai membangun rumah adalah pada bulan ketiga dan bulan kedua belas penanggalan Sasak, yaitu bulan Rabiul Awal dan Zulhijjah pada kalender Islam. Ada juga yang menentukan hari baik berdasarkan nama orang yang akan membangun rumah. Sedangkan bulan yang paling dihindari (pantangan) untuk membangun rumah adalah pada bulan Muharram dan Ramadlan.</p>
<p>Pada kedua bulan ini, menurut kepercayaan masyarakat setempat, rumah yang dibangun cenderung mengundang malapetaka, seperti penyakit, kebakaran, sulit rizqi, dan sebagainya.</p>
<p>Selain persoalan waktu baik untuk memulai pembangunan, orang Sasak juga selektif dalam menentukan lokasi tempat pendirian rumah. Mereka meyakini bahwa lokasi yang tidak tepat dapat berakibat kurang baik kepada yang menempatinya. Misalnya, mereka tidak akan membangun tumah di atas bekas perapian, bekas tempat pembuangan sampah, bekas sumur, dan pada posisi jalan tusuk sate atau susur gubug.</p>
<p>Selain itu, orang Sasak tidak akan membangun rumah berlawanan arah dan ukurannya berbeda dengan rumah yang lebih dahulu ada. Menurut mereka, melanggar konsep tersebut merupakan perbuatan melawan tabu (maliq-lenget).</p>
<p>Sementara material yang dibutuhkan untuk membangun rumah antara lain: kayu-kayu penyangga, bambu, anyaman dari bambu untuk dinding, jerami dan alang-alang digunakan untuk membuat atap, kotaran kerbau atau kuda sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai, getah pohon kayu banten dan bajur, abu jerami, digunakan sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai.</p>
<p><em>Seperti di kutip dari <strong><a title="Artikel aslinya di website wartawarga gunadharma" href="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/rumah-adat-sasak/">WartaWarga</a></strong></em></p>
<img src="http://berugak.com/?ak_action=api_record_view&id=9&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berugak.com/blog/filosofi-dan-arsitektur-rumah-adat-sasak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://berugak.com/blog/hello-world.html</link>
		<comments>http://berugak.com/blog/hello-world.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 12:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amrinz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to Berugak.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://berugak.com/">Berugak.com</a>. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
<img src="http://berugak.com/?ak_action=api_record_view&id=1&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berugak.com/blog/hello-world.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
